Beranda / Wisata / Tugu Muda Semarang: Simbol Heroik Perlawanan Pemuda dalam Pertempuran Lima Hari

Tugu Muda Semarang: Simbol Heroik Perlawanan Pemuda dalam Pertempuran Lima Hari

SEMARANG, jurnalberita.co.id – Berdiri megah di tengah pertemuan lima jalan utama di Kota Semarang—Jalan Pandanaran, Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, dan Jalan Dr. Sutomo—Tugu Muda bukan sekadar hiasan kota. Monumen berbentuk lilin ini merupakan simbol pengingat akan pengorbanan rakyat Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

​Pembangunan Tugu Muda ditujukan untuk memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang yang meletus pada 15 hingga 19 Oktober 1945.

Foto : Tugu Muda Kota Semarang

​Pertempuran ini dipicu oleh dua peristiwa utama:

  1. ​Pelarian tawanan Jepang (pasukan Kidobutai) yang kemudian melakukan perlawanan.
  2. ​Tewasnya dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Purusara, yang ditembak oleh tentara Jepang saat hendak memeriksa sumber air minum di Candi Lama yang dikabarkan diracun oleh pihak Jepang.

​Kematian dr. Kariadi memicu kemarahan pemuda Semarang, yang kemudian terlibat pertempuran sengit melawan tentara Jepang di berbagai sudut kota, terutama di kawasan yang kini menjadi lokasi Tugu Muda.

​Pembangunan monumen ini melewati beberapa tahap sejarah:

  • ​Peletakan Batu Pertama (1945): Dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah pertama, Mr. Wongsonegoro, namun terhenti karena agresi militer Belanda.
  • ​Pembangunan Kembali (1951): Ide ini dimunculkan kembali oleh Wali Kota Semarang, Hadisoebeno Sosrowardojo.
  • ​Peresmian (1953): Tugu Muda akhirnya diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

​Tugu Muda memiliki desain yang sarat akan makna filosofis:

  • ​Bentuk Lilin: Melambangkan semangat juang para pejuang yang tidak pernah padam dan menerangi kegelapan.
  • ​Landasan Berpilar lima: Melambangkan Pancasila.
  • ​Relief di Bagian Bawah: Terdapat lima buah relief yang menggambarkan visual perjuangan, yaitu:
    • ​Relief Pertempuran: Menggambarkan kegigihan pemuda saat melawan Jepang.
    • ​Relief Penyerangan: Menggambarkan keberanian pejuang.
    • ​Relief Korban: Mengenang mereka yang gugur.
    • ​Relief Kemenangan: Simbol keberhasilan mempertahankan wilayah.
    • ​Relief Pendamaian: Menggambarkan akhir dari konflik.

​Kini, kawasan Tugu Muda menjadi pusat gravitasi wisata sejarah di Semarang. Dikelilingi oleh bangunan ikonik seperti Lawang Sewu, Gedung Pandanaran, dan Museum Perjuangan Mandala Bhakti, Tugu Muda menjadi saksi bisu transformasi Semarang dari medan perang menjadi kota metropolis yang damai.

​Setiap tahun, pada malam tanggal 14 Oktober, kawasan ini ditutup untuk upacara peringatan Pertempuran Lima Hari yang lengkap dengan teatrikal perjuangan guna mengenang jasa para pahlawan.

Penulis : Hafid Ramadan

Editor : Tim Redaksi

Lokasi : Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah

Tag:

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List