LUMAJANG – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Minggu (25/1/2026) pukul 04.33 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
BACA JUGA : Tugu Muda Semarang: Simbol Heroik Perlawanan Pemuda dalam Pertempuran Lima Hari
​Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut bergerak mengarah ke timur laut.
​Erupsi ini terekam jelas pada seismograf dengan spesifikasi sebagai berikut:

- ​Amplitudo Maksimum: 22 milimeter.
- ​Durasi Gempa: 156 detik.
- ​Status Aktivitas: Level III (Siaga).
​Dalam kurun waktu seminggu terakhir saja, Gunung Semeru tercatat telah mengalami 32 kali erupsi. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan total 178 kali letusan dari total 329 erupsi yang terjadi di seluruh nusantara.
​Hingga Minggu malam (pukul 18.00 – 23.59 WIB), aktivitas kegempaan masih terus terjadi, meliputi:
- ​22 kali gempa letusan (Amplitudo 11-23 mm, durasi 70-136 detik).
- ​3 kali gempa guguran (Amplitudo 1-2 mm, durasi 45-51 detik).
- ​16 kali gempa hembusan (Amplitudo 2-8 mm, durasi 36-69 detik).
​Mengingat statusnya yang masih berada di Level III (Siaga), PVMBG mengeluarkan sejumlah larangan tegas bagi masyarakat dan wisatawan:
BACA JUGA : Kecelakaan Maut di Perlintasan KA Blok Campedak Cirebon: Mobil Pengangkut Galon Ringsek Tertabrak Kereta
- ​Sektor Tenggara: Dilarang melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
- ​Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.
- ​Waspada Lahar: Masyarakat diminta waspada terhadap potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama saat terjadi hujan lebat.
Penulis : Hafid Ramadan
Editor : Tim Redaksi
Lokasi : Lumajang, Jawa Timur




























