KONAWE, jurnalberita.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Cluster yang meliputi Kecamatan Padangguni, Asinua, dan Latoma. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Padangguni ini berlangsung khidmat pada Rabu (28/01/2026).

​Acara ini secara resmi dibuka oleh Camat Padangguni dan dihadiri oleh jajaran legislatif serta unsur pimpinan daerah. Kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Cristian Tanda Bio dan Fakhrudin, S.Hut, memberikan bobot strategis dalam pengawalan aspirasi masyarakat di tingkat kabupaten.
BACA JUGA : Akhiri Polemik Insentif, Pemdes se-Kabupaten Konawe Mulai Setor Daftar Nama Perawat Desa ke PPNI
​Turut hadir dalam forum tersebut Kapolsek Abuki, Danposramil, Camat Asinua, Sekcam Latoma, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe.

Antusiasme pembangunan terlihat jelas dengan hadirnya seluruh Kepala Desa, Lurah, serta jajaran Aparat Desa dari Kecamatan Padangguni, Asinua, dan Latoma. Kehadiran mereka memastikan bahwa setiap usulan yang dibawa merupakan representasi murni dari kebutuhan masyarakat di desa.
​Musrenbang tahun ini mengusung tema:
​“Penguatan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan potensi lokal, sumber daya manusia, dan tata kelola untuk mewujudkan Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.”
​Dalam sambutannya, Camat Padangguni menekankan pentingnya akurasi usulan dari tingkat desa. Beliau berharap agar setiap usulan tidak hanya sekadar daftar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak yang berdampak luas.
​”Semoga program kegiatan yang diusulkan oleh tiap Kepala Desa yang masuk dalam skala prioritas dapat terealisasi dan terwujud demi keberlangsungan pembangunan di desa,” ujar Camat Padangguni dalam sambutannya.
Selain itu, Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Cristian Tandabio, memberikan jaminan kepada seluruh peserta musyawarah mengenai nasib usulan-usulan desa. Beliau menegaskan bahwa DPRD akan berperan aktif dalam memastikan aspirasi warga masuk dalam skema pendanaan daerah.
​”Kami memastikan untuk mengawal segala usulan dan aspirasi masyarakat serta memastikan setiap usulan terakomodir. Hal ini sangat penting agar apa yang direncanakan di tingkat desa benar-benar mendapatkan porsi yang layak dalam kebijakan anggaran kabupaten,” ujar Cristian Tandabio di depan para peserta Musrenbang.
Musrenbang Cluster ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen vital dalam arsitektur pembangunan daerah.
BACA JUGA : Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: “Lebih Baik Saya Jadi Petani
- ​Sinkronisasi Kebijakan: Menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat desa di Kecamatan Padangguni, Asinua, dan Latoma dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Konawe.
- ​Penetapan Skala Prioritas: Menyaring usulan-usulan dari Musrenbang Desa agar fokus pada program yang memiliki dampak ekonomi paling signifikan.
- ​Pemerataan Pembangunan: Memastikan wilayah pelosok seperti Latoma dan Asinua mendapatkan porsi pembangunan yang adil dalam aspek infrastruktur dan pemberdayaan.
- ​Dokumen Rencana Kerja (RKPD): Lahirnya daftar usulan prioritas yang akan diperjuangkan dalam APBD Kabupaten Konawe tahun anggaran mendatang.
- ​Konektivitas Sektor: Adanya integrasi antara potensi pariwisata (Dinas Pariwisata) dan penguatan tata kelola desa (DPMD) guna menciptakan kemandirian ekonomi desa.
​Musrenbang ini menjadi jembatan bagi desa untuk mendapatkan akses pendanaan yang tidak tercover oleh Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Kehadiran para Kepala Desa dan Aparat Desa dalam forum ini sangat krusial agar pembangunan di tingkat desa dapat terintegrasi dengan jaringan infrastruktur kabupaten, sehingga potensi lokal di tiga kecamatan tersebut dapat dikembangkan secara maksimal.
Penulis : A.L
Editor : Tim Jurnal
Dokumentasi : Arqius
Lokasi : Padangguni, Konawe, Sultra




























