Beranda / Sosial / Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kerja Bakti Nasional: Pemda Wajib Korve Dua Kali Seminggu

Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kerja Bakti Nasional: Pemda Wajib Korve Dua Kali Seminggu

JAKARTA, jurnalberita.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Pol (Purn) Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan kerja bakti atau “korve”. Kebijakan ini mewajibkan seluruh aparatur sipil di tingkat pusat hingga desa untuk melaksanakan pembersihan lingkungan secara serentak dan rutin.

BACA JUGA : Aksi Heroik Perempuan 21 Tahun di Jogja: Tabrak Motor Penjambret Hingga Tersungkur

​Langkah ini diambil bukan sekadar untuk menjaga estetika kantor, namun sebagai upaya sistematis Mendagri Tito Karnavian dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan menunjukkan kesiapan pemerintah dalam melayani masyarakat dengan standar kebersihan yang tinggi.

​Dalam arahannya, Tito Karnavian menekankan bahwa kebersihan adalah cerminan dari kedisiplinan seorang abdi negara. Beliau menginstruksikan agar kegiatan korve ini tidak hanya dilakukan secara seremonial, melainkan menjadi agenda tetap yang terintegrasi dalam jadwal mingguan instansi.

​Berdasarkan pedoman yang dikeluarkan, terdapat beberapa poin krusial yang harus dipatuhi oleh seluruh Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, dan Wali Kota):

  1. ​Jadwal Rutin dan Serentak: Kegiatan kerja bakti wajib dilaksanakan sebanyak dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat. Pemilihan hari ini dimaksudkan agar kebersihan lingkungan terjaga di awal dan menjelang akhir pekan.
  2. ​Cakupan Nasional yang Masif: Instruksi ini tidak hanya menyasar kantor gubernur atau walikota saja, melainkan turun hingga ke unit terkecil pemerintahan, termasuk Kecamatan, Kelurahan, dan Desa.
  3. ​Gotong Royong sebagai Fondasi: Mendagri Tito Karnavian ingin menghidupkan kembali istilah “Korve” (kerja wajib) sebagai simbol bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab moral terhadap fasilitas negara yang mereka gunakan.

​Di tengah tantangan perubahan iklim dan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan, Mendagri menilai bahwa aksi nyata di lapangan jauh lebih efektif daripada sekadar imbauan di atas kertas. Dengan lingkungan yang bersih, risiko penyakit seperti demam berdarah di area perkantoran dapat ditekan, sehingga pelayanan publik tidak terganggu.

​”Saya instruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk memantau langsung pelaksanaan korve ini. Kita ingin setiap kantor pemerintah menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal sanitasi dan keasrian lingkungan,” ujar Tito Karnavian dalam keterangannya.

​Kebijakan ini diharapkan memicu efek domino bagi masyarakat luas. Jika instansi pemerintah terlihat bersih dan terawat melalui aksi nyata para pegawainya setiap Selasa dan Jumat, masyarakat diharapkan akan terinspirasi untuk melakukan hal serupa di lingkungan pemukiman masing-masing.

​Mendagri juga meminta jajaran Satpol PP dan dinas terkait di daerah untuk memastikan koordinasi logistik, seperti ketersediaan alat kebersihan dan pengangkutan sampah hasil kerja bakti, agar tidak menumpuk di area publik.

Penulis : Zul

Editor : Redaksi JB

Lokasi : Jakarta, Indonesia

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List