​JAKARTA, jurnalberita.co.id – Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Republik Italia mencatatkan sejarah baru. Pemerintah Italia secara resmi mengumumkan hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (551) kepada Pemerintah Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis kedua negara yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.
​Penyerahan kapal induk ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia memegang peranan kunci sebagai poros maritim dunia. Bagi Italia, hibah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kedaulatan wilayah laut Indonesia serta upaya mempererat hubungan bilateral di sektor industri pertahanan.
​”Hibah ini bukan sekadar transfer aset militer, melainkan simbol kepercayaan tinggi antara dua negara maritim besar. Italia melihat Indonesia sebagai mitra strategis yang krusial dalam menjaga jalur perdagangan global,” ujar perwakilan Kementerian Pertahanan Italia dalam prosesi penandatanganan di Roma.

​Meskipun bukan kapal baru, Giuseppe Garibaldi dikenal sebagai kapal induk yang lincah dan sangat efektif untuk operasi tempur maupun kemanusiaan. Beberapa keunggulannya meliputi:
- ​Kemampuan STOVL: Dirancang untuk mengoperasikan pesawat Short Take-Off and Vertical Landing (seperti Harrier atau F-35B) serta helikopter berbagai tipe.
- ​Dimensi Kompak: Dengan panjang sekitar 180 meter, kapal ini mampu bermanuver di perairan yang lebih sempit dibandingkan kapal induk super (supercarrier).
- ​Sistem Komando & Kendali: Dilengkapi dengan sistem radar dan sensor canggih untuk deteksi bawah air (Anti-Submarine Warfare) dan pertahanan udara.
- ​Multifungsi: Selain sebagai pangkalan udara terapung, kapal ini memiliki fasilitas medis lengkap untuk misi bantuan bencana alam.
​Menyadari bahwa tantangan peperangan saat ini telah berubah, Pemerintah Italia dan Indonesia sepakat untuk melakukan program modernisasi menyeluruh sebelum kapal ini sepenuhnya beroperasi di bawah bendera TNI Angkatan Laut.
​Modernisasi ini mencakup:
- ​Pembaruan sistem manajemen tempur (Combat Management System).
- ​Integrasi sistem persenjataan rudal pertahanan udara generasi terbaru.
- ​Peningkatan teknologi radar dan peperangan elektronik (Electronic Warfare) untuk menghadapi ancaman siber dan drone.
​Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menyambut baik kerja sama ini. Beliau menegaskan bahwa kehadiran kapal induk ini akan meningkatkan daya gentar (deterrence effect) militer Indonesia secara signifikan.
​”Penerimaan dan modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi merupakan langkah strategis dalam modernisasi alutsista kita. Meski kapal ini memiliki rekam jejak yang panjang, kolaborasi teknis antara teknisi Italia dan Indonesia akan memastikan bahwa sistem persenjataannya telah disesuaikan dengan kebutuhan militer di era modern yang penuh tantangan ini. Ini adalah investasi besar bagi kedaulatan NKRI,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin.
​Proses pengiriman dan pelatihan kru awak kapal TNI AL direncanakan akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Kapal ini diharapkan dapat memperkuat kekuatan pemukul (strike force) Indonesia di laut lepas.
Penulis : Izul
Editor : Red JB




























