Beranda / Terpopuler / Hukum Berhubungan Badan Suami Istri di Bulan Ramadan: Panduan dan Konsekuensinya

Hukum Berhubungan Badan Suami Istri di Bulan Ramadan: Panduan dan Konsekuensinya

JAKARTA, jurnalberita.co.id – Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk menahan lapar, haus, serta hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah mengenai aturan hubungan suami istri selama bulan puasa.

​Secara garis besar, Islam tidak melarang hubungan intim bagi pasangan yang sah selama bulan Ramadan, namun terdapat batasan waktu dan konsekuensi berat jika dilanggar pada waktu yang dilarang.

​1. Kapan Diperbolehkan?

​Hubungan suami istri diperbolehkan dilakukan pada malam hari, mulai dari waktu berbuka puasa hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh). Hal ini didasarkan pada Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187:

​“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu…”

​2. Larangan di Siang Hari

​Melakukan hubungan seksual secara sengaja di siang hari (saat sedang berpuasa) hukumnya haram dan membatalkan puasa. Selain puasanya batal, pasangan tersebut telah melakukan dosa besar dan dikenakan kewajiban membayar denda yang sangat berat (Kaffarah Mudhallazah).

​3. Sanksi atau Kaffarah

​Bagi mereka yang sengaja bersanggama di siang hari Ramadan, wajib menjalankan denda secara berurutan sebagai berikut:

  1. ​Memerdekakan seorang budak (saat ini sudah hampir tidak ada).
  2. ​Jika tidak mampu, wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
  3. ​Jika tetap tidak mampu (karena alasan kesehatan atau usia), wajib memberi makan 60 orang miskin, masing-masing sebanyak 1 mud (sekitar 0,7 kg atau 7 ons) bahan pokok.

​4. Bagaimana Jika Terlupa atau Mimpi Basah?

  • ​Mimpi Basah: Jika seseorang keluar mani karena mimpi di siang hari, puasanya tetap sah dan tidak batal karena terjadi di luar kendali. Ia cukup segera mandi wajib dan melanjutkan puasa.
  • ​Lupa: Jika seseorang benar-benar lupa bahwa ia sedang berpuasa lalu berhubungan badan (kejadian yang sangat jarang namun mungkin secara hukum), maka menurut sebagian ulama puasanya tidak batal, namun harus segera dihentikan saat ia ingat.

​Kesimpulan

Islam adalah agama yang memudahkan, namun tetap memiliki batasan yang tegas untuk menjaga kesucian ibadah puasa. Pasangan suami istri disarankan untuk mengelola waktu dengan bijak agar kemesraan tetap terjaga tanpa mencederai nilai ibadah di bulan suci.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List