Beranda / Wisata / Satu Akar, Dua Wilayah: Jejak Persaudaraan Konawe dan Mekongga

Satu Akar, Dua Wilayah: Jejak Persaudaraan Konawe dan Mekongga

KENDARI, jurnalberita.co.id – Dalam narasi sejarah masyarakat suku Tolaki, hubungan antara Kerajaan Konawe dan Kerajaan Mekongga sering digambarkan sebagai hubungan “Kakak dan Adik”. Keduanya dipersatukan oleh nilai-nilai luhur dan struktur adat yang saling mendukung selama berabad-abad.

Sumber Foto : tolakinesia.id

1. Ikatan Sumpah “Mosehe”

​Hubungan kedua kerajaan ini diperkuat melalui tradisi Mosehe Wonua (upacara penyucian negeri). Secara historis, leluhur kedua kerajaan melakukan sumpah untuk saling menjaga dan tidak saling memerangi. Jika salah satu kerajaan dalam bahaya, kerajaan lainnya wajib memberikan bantuan militer dan logistik.

BACA JUGA : Tugu Muda Semarang: Simbol Heroik Perlawanan Pemuda dalam Pertempuran Lima Hari

2. Struktur Kepemimpinan yang Unik

​Meskipun memiliki kedaulatan masing-masing, terdapat pembagian peran yang diakui secara adat:

  • Kerajaan Konawe: Sering dianggap sebagai pusat pemerintahan dan administrasi adat (Sapu yang mengatur tatanan).
  • Kerajaan Mekongga: Dikenal dengan kekuatan wilayahnya di pesisir barat dan pegunungan, serta peran pentingnya dalam penyebaran agama dan perlindungan wilayah.

3. Kalo Sara: Simbol Pemersatu

​Kedua kerajaan ini sama-masing menjunjung tinggi Kalo Sara, yaitu simbol hukum adat Tolaki yang berbentuk anyaman rotan melingkar. Kalo Sara menjadi instrumen penyelesaian konflik dan dasar dalam mengambil keputusan besar, memastikan bahwa hubungan Mekongga dan Konawe tetap stabil meski terjadi pergantian kepemimpinan.

BACA JUGA : Masjid Al Alam: Ikon Wisata Religi “Terapung” yang Memikat Hati di Teluk Kendari

Fakta Menarik Hubungan Konawe-Mekongga

AspekDeskripsi
Identitas SukuKeduanya merupakan bagian dari rumpun besar Suku Tolaki.
WilayahKonawe mencakup daratan utama (sekarang Konawe, Kendari), sedangkan Mekongga berada di wilayah Kolaka.
Integrasi ModernSaat ini, hubungan ini diwujudkan melalui kerja sama antar pemerintah daerah dan pelestarian budaya melalui Lembaga Adat Tolaki (LAT).

​”Masyarakat Mekongga dan Konawe adalah satu tubuh. Meskipun secara administratif saat ini terpisah menjadi beberapa kabupaten, secara adat dan emosional, kami tetap dalam bingkai Kalo Sara.” — Pesan umum tokoh adat Tolaki.

Penulis : A.L

Sumber Referensi:

  1. Buku: Sejarah dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara oleh Abd. Razak Abu (Depdikbud).
  2. Jurnal: Sistem Pemerintahan Kerajaan Konawe dan Mekongga dalam perspektif Antropologi Budaya.
  3. Arsip: Dokumentasi Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara mengenai silsilah Sangia (Raja-raja).
  4. Sumber Foto : tolakinesia.id

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List