INTERNASIONAL, jurnalberita.co.id – Krisis energi hebat kini melanda Ukraina setelah gelombang serangan rudal dan drone besar-besaran pasukan Rusia menghantam fasilitas pembangkit serta gardu induk listrik di berbagai wilayah strategis. Situasi ini memaksa jutaan warga Ukraina harus bertahan hidup di tengah musim dingin yang ekstrem dengan suhu mencapai minus 17 derajat Celcius tanpa dukungan pemanas ruangan akibat pemadaman listrik darurat secara nasional.
​Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengonfirmasi bahwa kerusakan parah terjadi di wilayah Volhynia, Ivano-Frankovsk, Lviv, hingga Rivne. Tidak hanya itu, jantung pertahanan energi di Kiev dan Kharkiv juga dilaporkan mengalami kelumpuhan setelah dihujani lebih dari 400 drone dan 40 rudal berbagai jenis dalam satu hari.
​Perdana Menteri Ukraina, Denis Shmigal, mengungkapkan bahwa serangan Moskow kali ini sangat fatal karena menyasar gardu induk tegangan tinggi dan saluran transmisi 750 kV serta 330 kV yang merupakan tulang punggung jaringan listrik negara.

​Bahkan, Pembangkit Listrik Tenaga Termal (PLTT) Burshtyn dan Dobrotvir di Ukraina Barat turut menjadi sasaran. Stanislav Ignatyev, Kepala Asosiasi Energi Terbarukan Ukraina, menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya Rusia menyerang gardu induk 750 kV di Ukraina Barat—salah satu yang terbesar di Eropa—yang berfungsi sebagai pusat impor listrik dari luar negeri.
BACA JUGA : Kebuntuan Diplomasi: Perundingan Nuklir AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan
​Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa serangan “terkonsentrasi” ini menggunakan senjata presisi jarak jauh, termasuk rudal hipersonik Kinzhal. Moskow mengklaim operasi ini adalah respons atas serangan Kiev terhadap infrastruktur sipil di wilayah perbatasan Rusia, seperti Belgorod dan Bryansk.
​”Tujuan serangan telah tercapai. Semua target yang ditentukan, termasuk infrastruktur energi dan transportasi yang mendukung militer Ukraina, telah dihantam,” tulis pernyataan resmi Kemenhan Rusia.
​Akibat sistem yang tidak stabil, Ukraina terpaksa menonaktifkan sementara unit pembangkit listrik tenaga nuklirnya demi mencegah kerusakan lebih lanjut. Saat ini, pemerintah Kiev dilaporkan telah mengajukan permohonan bantuan pasokan listrik darurat kepada Polandia untuk mengatasi kekosongan daya yang mengancam nyawa warga sipil di tengah cuaca beku.
​Hingga berita ini diturunkan, jadwal pemadaman darurat masih diberlakukan secara ketat di seluruh negeri, sementara ribuan gedung apartemen dilaporkan tetap gelap gulita dan dingin membeku.
Penulis : A.L
Editor : Red JB




























