JAKARTA, jurnalberita.co.id — Rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membawa angin segar bagi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara maritim Indonesia. Kapal perang legendaris milik Italia tersebut diproyeksikan menjadi pusat proyeksi kekuatan laut sekaligus pangkalan udara terapung yang mampu memperluas jangkauan operasi militer Indonesia.
Salah satu platform yang disiapkan untuk beroperasi dari dek kapal adalah Bayraktar TB3, drone tempur besutan Baykar Tech dari Turki. Berbeda dengan pendahulunya, TB3 dirancang dengan sayap lipat sehingga dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek—fitur krusial bagi operasi di kapal induk maupun kapal serbu amfibi.

Kemampuan TB3 tidak terbatas pada pengawasan udara. Drone ini dibekali mesin bertenaga tinggi yang memungkinkan membawa muatan senjata lebih berat, termasuk rudal presisi untuk misi anti-kapal dan serangan darat. Daya tahan terbangnya yang lama menjadi keunggulan utama, membuka peluang patroli berkelanjutan di wilayah laut strategis seperti Laut Natuna Utara tanpa menempatkan personel dalam risiko langsung.

Integrasi TB3 dengan sistem radar Giuseppe Garibaldi diyakini akan menciptakan ekosistem pertahanan udara-laut yang efektif sekaligus efisien. Dengan kemampuan deteksi dini dan respons cepat, kombinasi ini berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan armada Indonesia terhadap berbagai ancaman maritim.
Langkah menyandingkan kapal induk dengan drone tempur modern tersebut mencerminkan visi TNI AL dalam mengadopsi konsep peperangan masa depan berbasis pesawat nirawak. Selain dinilai lebih hemat biaya operasional dibandingkan jet tempur konvensional, penggunaan drone juga menawarkan fleksibilitas taktis tinggi dalam berbagai skenario operasi.
BACA JUGA : Media Malaysia Soroti Akuisisi M-346, Indonesia Disebut Jadi Tolok Ukur Modernisasi Udara ASEAN
Jika terealisasi, “duet maut” antara Giuseppe Garibaldi dan Bayraktar TB3 berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan maritim yang diperhitungkan di Asia Tenggara—negara yang mampu memproyeksikan kekuatan udara secara presisi langsung dari tengah samudra.
Penulis : A.L



























