INTERNASIONAL, jurnalberita.co.id – Situasi di Timur Tengah berada di titik nadir yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari para analis militer Amerika Serikat kini memberikan peringatan keras: Iran bukan lagi sekadar ancaman teoretis, melainkan kekuatan regional yang memiliki kemampuan nyata untuk melumpuhkan stabilitas kawasan.

​Scott Ritter, mantan inspektur senjata PBB sekaligus mantan perwira intelijen Korps Marinir AS, memberikan penilaian yang suram terkait peta kekuatan saat ini. Menurutnya, Iran telah bertransformasi menjadi kekuatan besar yang mampu mendikte alur energi dunia.
​”Iran memiliki kemampuan untuk menghentikan seluruh produksi energi di kawasan ini kapan pun mereka mau,” ujar Ritter dalam keterangannya.
​Pernyataan ini menggarisbawahi kerentanan jalur pasokan minyak global yang dapat seketika terputus jika konflik terbuka meletus, yang berpotensi memicu krisis ekonomi dunia.

BACA JUGA : Gunakan Proksi dan Rudal Balistik, Iran Siapkan Perang Asimetris Lawan AS di Teluk
​Lebih lanjut, analisis tersebut menyoroti bahaya fisik yang mengintai ribuan personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan strategis di sekitar Teluk.
- ​Target Utama: Pangkalan militer AS dan titik-titik pertahanan Israel.
- ​Estimasi Dampak: Serangan terkoordinasi dari Iran diprediksi dapat menyebabkan kerusakan dahsyat.
- ​Potensi Korban: Ritter memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa mengakibatkan kematian ratusan hingga ribuan tentara Amerika dalam waktu singkat.
​Ketegangan ini menempatkan diplomasi di ujung tanduk. Dengan kemampuan rudal dan teknologi drone Iran yang kian berkembang, para pejabat militer AS kini dipaksa untuk menghitung ulang strategi pertahanan mereka di kawasan tersebut. Dunia kini menanti dengan napas tertahan, apakah retorika panas ini akan berujung pada meja perundingan atau justru memicu ledakan konflik yang tak terelakkan.
Penulis : A.L
Editor : Tim Redaksi Jurnal Berita



























