Beranda / Teknologi / Tensi Memuncak: Armada Rusia dan China Gabung Latihan Militer di Iran Saat Konflik dengan AS Memanas

Tensi Memuncak: Armada Rusia dan China Gabung Latihan Militer di Iran Saat Konflik dengan AS Memanas

INTERNASIONAL, jurnalberita.co.id – Di tengah ancaman militer yang semakin nyata dari Amerika Serikat, Iran secara resmi mengonfirmasi kedatangan armada angkatan laut dari dua sekutu utamanya, Rusia dan China. Kehadiran kapal-kapal perang kedua negara adidaya ini bertujuan untuk mengikuti latihan militer gabungan berskala besar bertajuk “Sabuk Keamanan Maritim” yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari 2026.

​Latihan ini digelar di wilayah strategis Samudra Hindia bagian utara dan dekat Pelabuhan Chabahar, Iran. Langkah ini dipandang oleh para pengamat internasional sebagai respons langsung terhadap kebijakan “armada besar” yang dikerahkan Presiden AS, Donald Trump, ke kawasan Teluk Persia.

​Berikut adalah poin-poin utama dari situasi tersebut:

  • ​Kehadiran Armada: Unit angkatan laut Rusia dan China telah mulai memasuki koordinat latihan untuk melakukan koordinasi taktis dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
  • ​Fokus Latihan: Operasi ini mencakup penyelamatan kapal yang dibajak, latihan formasi armada taktis, serta pertahanan udara maritim.
  • ​Pesan Politik: Moskow dan Beijing memberikan sinyal dukungan diplomatik dan militer yang kuat terhadap kedaulatan Iran, meskipun para analis menyebut mereka tetap berupaya menghindari konfrontasi langsung dengan AS.

BACA JUGA : Ketegangan Memuncak: Analis Militer Peringatkan Potensi Serangan Mematikan Iran Terhadap Aset AS dan Israel

​Pihak Washington, melalui Komando Pusat AS (CENTCOM), telah mengeluarkan peringatan keras. AS menyatakan tidak akan mentoleransi tindakan “tidak profesional” dari IRGC di dekat aset militer mereka. Sementara itu, Presiden Trump tetap membuka opsi militer sembari menyatakan harapan agar Iran bersedia kembali ke meja perundingan nuklir.

​​“Kami tidak ingin konflik global, namun kami memantau ketat setiap pergerakan yang mengancam stabilitas navigasi internasional di Selat Hormuz. Amerika Serikat siap melindungi kepentingan dan sekutu kami dari segala bentuk intimidasi maritim,” ujar Pete Hegseth dalam keterangannya di Pentagon (02/02/2026).

​Kedatangan armada Rusia dan China ke Iran bukan sekadar latihan rutin. Ini adalah pertama kalinya kerja sama pertahanan dalam kerangka BRICS terlihat begitu nyata di zona konflik aktif. Meskipun Rusia fokus pada krisis di Ukraina dan China pada stabilitas energinya, keberadaan mereka di Iran menjadi “perisai kekuatan” yang mempersulit kalkulasi serangan langsung oleh Amerika Serikat.

Penulis : A.L

Editor : Tim Jurnal Berita

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List