Beranda / Tak Berkategori / Hujan Deras Picu Luapan Sungai Konaweeha, Jembatan Penghubung Konawe–Kolaka Timur Retak dan Tak Bisa Dilalui Kendaraan Roda 4

Hujan Deras Picu Luapan Sungai Konaweeha, Jembatan Penghubung Konawe–Kolaka Timur Retak dan Tak Bisa Dilalui Kendaraan Roda 4

KONAWE, jurnalberita.co.id— Aktivitas transportasi yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur lumpuh parsial. Jembatan terpanjang yang terletak di Desa Ambekairi Utama, Kecamatan Latoma, dilaporkan mengalami kerusakan struktur berupa keretakan parah. Kerusakan ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan debit air Sungai Konaweeha membesar dan meluap hingga mengikis pondasi jembatan.

Dok. Arka Edo

​Akibat kondisi keretakan yang dinilai membahayakan keselamatan, otoritas setempat terpaksa membatasi akses melintas. Kendaraan roda empat (mobil) maupun kendaraan bermuatan berat kini sama sekali tidak diperbolehkan melintasi jembatan tersebut. Hanya kendaraan roda dua yang masih diizinkan lewat secara bergantian dengan pengawasan ekstra.

​Pembatasan akses jembatan vital ini langsung membawa efek domino yang merugikan aktivitas harian masyarakat di kedua kabupaten:

  • Lumpuhnya Nadi Perekonomian: Distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan logistik bahan pokok antar-kabupaten terhenti total untuk kendaraan roda empat, yang memicu kekhawatiran melonjaknya harga barang di pasar lokal.
  • Hambatan Akses Kesehatan & Darurat: Mobil ambulans atau kendaraan warga yang ingin membawa pasien dalam kondisi darurat menuju rumah sakit pusat di Konawe kini harus mencari jalur alternatif yang memakan waktu jauh lebih lama.
  • Gangguan Mobilitas Publik: Ratusan warga yang setiap harinya mengandalkan jalur ini untuk bekerja, sekolah, dan berbisnis kini terjebak dalam ketidakpastian.

​Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga yang bermukim di sekitar jembatan, salah satunya adalah Edo (30), warga Desa Pinole.

​”Kami sangat khawatir jembatan ini roboh total kalau hujan deras turun lagi dan air sungai naik. Jembatan ini adalah urat nadi kami. Kalau mobil tidak bisa lewat, kami mau bawa hasil panen pakai apa? Mau lewat jalan memutar itu jauh sekali dan biayanya mahal,” keluh Edo saat ditemui di lokasi, Selasa (16/6).

​Edo, mewakili warga Desa Pinole dan pengguna jalan lainnya, menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan mengambil tindakan nyata.

​”Kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah, baik Kabupaten Konawe, Kolaka Timur, maupun Pemerintah Provinsi, untuk segera datang mengecek dan melakukan perbaikan darurat. Jangan tunggu sampai jembatan ini putus total atau memakan korban jiwa. Tolong beri kami kepastian dan solusi cepat,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat secara swadaya memasang papan peringatan di ujung jembatan agar kendaraan roda empat tidak nekat melintas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis : Tim Red JB

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Category List